Mengenal Resiko Kesehatan Melalui Bentuk Tubuh

Apel dan Pir

Apel dan Pir pixabay

Setiap orang memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda. Terkait dengan hal ini, umumnya orang memiliki bentuk tubuh yang dikenal menyerupai buah tertentu. Ada bentuk tubuh yang menyerupai buah apel, pir ataupun pisang. Ternyata label bentuk tubuh ini memiliki kecenderungan resiko kesehatan yang berbeda lho! Berikut informasi selengkapnya!

Ada banyak manfaat mengetahui bentuk tubuh seseorang. Tidak hanya soal mencari model pakaian yang tepat saja. Namun erat pula kaitannya dengan jenis olahraga yang lebih cocok untuk dilakukan. Ini tidak lain disebabkan karena bentuk tubuh dapat digunakan untuk mengetahui kecenderungan seseorang dalam menyimpan lemak. Misalnya saja tubuh bentuk pir. Jenis bentuk tubuh yang demikian lebih banyak menyimpan lemak di bagian bawah tubuh seperti bagian pinggul, pantat dan paha.

Berbeda halnya dengan tubuh dengan bentuk yang menyerupai buah apel. Bentuk tubuh yang demikian akan lebih banyak menyimpan lemak pada tubuh bagian atas. Lain halnya pula dengan tubuh berbentuk layaknya pisang, dimana lemak tersimpan secara merata di tubuh. Dengan mengetahui pola penyimpanan lemak ini akan memudahkan untuk menentukan olahraga, resiko kesehatan yang mungkin terjadi serta asupan gizi yang sebaiknya dikonsumsi. Mari kita bahas satu-per satu.

Pertama kita bahas yang bentuk badan yang menyerupai apel. Menurut hasil studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa orang dengan bentuk badan yang demikian rentan dengan binge eating. Sebuah gangguan makan yang menyebabkan seseorang mengkonsumsi makanan berlebih secara teratur, setidaknya sekali seminggu selama tiga bulan atau lebih. Jadi kondisi binge eating ini tidak sama dengan makan berlebihan sekali waktu, seperti saat datang di sebuah pesta ataupun perayaan tertentu saja.

Bentuk Tubuh

Bentuk Tubuh www.stuff.co.nz

Terkait dengan hal ini, para peneliti menemukan bahwa wanita yang banyak menyimpan lemak di pinggang cenderung kurang dapat mengendalikan makan, utamanya pada junk food. Berbeda dengan wanita yang bentuk tubuh menyerupai buah pir. Menurut hasil studi yang dipublikasikan pada The Journal of Endocrinology and Metabolism Clinical menyebutkan bahwa wanita tipe ini lebih mungkin beresiko mengalami sindrom metabolik. Para peneliti menemukan bahwa lemak di daerah pantat dapat meningkatkan level chemerin dan omentin-1, protein yang dapar menyebabkan peradangan dan resistensi insulin.

Terakhir, ada pula wanita dengan bentuk tubuh layaknya pisang. Wanita ini  diasumsikan sebagai wanita dengan kadar lemak yang merata di seluruh bagian tubuh. Menurut penelitian, tipe wanita seperti ini memiliki kecenderungan menukar makanan sehat dengan junk food. Padahal kebiasaan ini ditengarai dapat meningkatkan resiko terkena kanker ataupun diabetes. Bagaimana dengan bentuk tubuh dan kebiasaan makan Anda?

Baca juga:

Vitamin dan Nutrisi yang Dapat Membantu Menurunkan Berat Badan

Tips Olahraga Saat Musim Hujan Tiba

Pilihan Minuman Terbaik yang Cocok Dikonsumsi Setelah Olahraga

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama

Sumber: www.shape.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment