Mengatasi Alergi Musim Semi

| Posted : 03 May 2014 | Berita Sehat No comments
Alergi Musim Semi Foto : www.blisstree.com

Alergi Musim Semi
Foto : www.blisstree.com

Perubahan musim selalu disambut meriah oleh sebagian besar orang. Selain membawa kebahagiaan, pergantian musim juga meninggalkan beberapa gangguan kesehatan seperti alergi. Alergi memang dapat terjadi karena berbagai sebab termasuk perubahan musim. Alergi sendiri didefinisikan sebagai keadaan sangat peka terhadap penyebeb tertentu seperti zat, makanan, serbuk, keadaan udara, asap, dan sebagainya.

Setidaknya ada tiga puluh lima juta penduduk dunia yang mengalami alergi saat musim semi. Salah satu pemicunya adalah serbuk sari. Kondisi tubuh tertentu membuat sistem kekebalan tubuh ‘menganggap’ serbuk tanaman tersebut sebagai zat berbahaya sehingga memicu pelepasan zat kimia dalam tubuh termasuk histamin. Zat tersebut memicu reaksi alergi seperti mata berair, bersin, dan hidung meler.

Antihistamin Foto : www.healthtap.com

Antihistamin
Foto : www.healthtap.com

Meski terkesan sederhana, jangan abaikan alergi musim semi itu. Jika dibiarkan dapat berkembang menjadi sinusitis. Jika Anda termasuk salah satu yang sangat peka terhadap perubahan serbuk sari sehingga mengalami alergi, coba simak tips dari Dokter Mehmed Oz. Saran utama yang diberikan oleh praktisi kesehatan yang membawakan acara kesehatan Dr. Oz itu adalah menghindari penyebeb alergi. Serbuk sari dapat menempel di kulit, pakaian, rambut, maupun perlengkapan rumah. Jadi setelah bepergian segera bersihkan tubuh dan berganti pakaian. Saat berada di dalam rumah, sebaiknya tutup jendela dan nyalakan pendingin ruangan untuk menyaring serbuk sari yang masuk.

Histamine sebagai penanda reaksi alergi terkadang menimbulkan mata bengkak dan berair. Bila hal tersebut terjadi, oleskan krim mata. Langkah lain yang dapat ditempuh adalah mengkompres mata dengan air dingin yang ditambahkan kafein untuk mengurangi pembengkakan.

Butterbur Foto : www.sundrops.com

Butterbur
Foto : www.sundrops.com

Kenali obat alergi Anda. Beberapa orang merasa bingung membedakan antihistamin dan dekongestan. Meski menimbulkan efek mirip, keduanya merupakan obat yang berbeda. Dekongestan bekerja secara langsung pada pembuluh darah kecil yang terletak pada membrane hidung dan memperlambat aliran lendir. Sedangkan antihistamin member efek di seluruh tubuh untuk mencegah efek histamine. Itulah sebabnya antihistamin lebih efektif digunakan sebagai pencegahan sebelum gejala alergi muncul.

Selain menggunakan obat anti alergi, Anda juga dapat memanfaatkan suplemen alami yang minim efek samping. Sebelum mengkonsumsinya, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter. Salah satu obat alami alergi adalah butterbur. Beberapa penelitian menyatakan obat herbal tersebut efektif sebagai antihistamin. Untuk mengatasi alergi, disarankan untuk mengkonsumsi kapsul butterbur sebelum musim semi datang.

Baca juga :

7 Makanan yang Mendukung Detoksifikasi Hati

Manfaat Kesehatan Setelah Minum Teh

Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber : www.huffingtonpost.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment