Dampak Peredaran Vaksin Palsu pada Kesehatan Anak

Ilustrasi Vaksin

Ilustrasi Vaksin pixabay

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau liar. Nama vaksin sendiri berasal dari bahasa latin vacca  yang berarti sapi dan vaccinia yang berarti cacar sapi.

Ada beberapa jenis vaksin. Salah satunya dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin jenis ini dikenal dengan sebutan live attenuated vaccine. Sedangkan jenis vaksin kedua adalah inactive vaccine atau killed vaccine.

Sesuai dengan namanya,  inactive vaccine dapat berupa organisme mati atau hasil pemurnian dari protein, peptida, partikel serupa virus dan sebagainya. Lalu bagaimana jika seseorang mendapat vaksin palsu? Apa saja akibatnya untuk kesehatan korban vaksin palsu? Berikut ulasannya!

Pertama jangan panik secara berlebihan. Menurut r. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menegaskan bahwa kandungan di dalam vaksin palsu ini tidak ada yang membahayakan bayi atau anak. Meski demikian, infeksi dapat terjadi jika pembuatan vaksin tidak steril. Namun jika buah hati tidak menunjukkan gejala apapun, bisa dikatakan kalau kondisi bayi atau anak tersebut aman.

Karena kandungan vaksin palsu tidak sesuai dengan kandungan vaksin asli, maka manfaat vaksin asli tidak dapat diterapkan pada vaksin palsu. Dengan demikian kekebalan tubuh yang seharusnya didapatkan dari vaksin asli tidak jadi diperoleh. Karena itulah buah hati yang terindikasi menjadi korban vaksin palsu disarankan untuk melakukan vaksinasi ulang.

Bagaimana cara mengetahui peredaran vaksin palsu? Beberapa waktu yang lalu Kementrian Kesehatan telah mengungkap 14 rumah sakit yang diduga mengunakan vaksin palsu. Karena menurut penyelidikan pembuatan vaksin palsu sudah dimulai sejak tahun 2003 yang lalu, maka jika buah hati Anda melakukan vaksin dalam kurun waktu 10 tahun terakhir di beberapa rumah sakit yang diduga menggunakan vaksin, sebaiknya Anda melakukan vaksin ulang.

Kini pendataan korban peredaran vaksin palsu masih terus dilakukan. Nantinya setelah proses pendataan selesai, korban vaksin palsu akan dihubungi pihak terkait untuk melalukan vaksin ulang. Jika Anda ragu apakah buah hati menerima vaksin asli atau palsu, maka segeralah untuk berkonsultasi pada dokter yang dipercaya.

Vaksin

Vaksin www.allencountyhealth.com

Dalam kasus ini, vaksin yang dipalsukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut juga mencakup lima jenis vaksin dasar yang wajib diberikan pada buah hati.  Terkait hal ini, perlu diketahui pula bahwa vaksin dasar dapat  dilakukan secara gratis di berbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah seperti puskesmas dan rumah sakit pemerintah.  Jadi jika Anda melakukan vaksin di fasilitas kesehatan milik pemerintah maka tidak perlu khawatir lagi. Kenapa? Karena distribusi semua vaksin di berbagai fasilitas kesehatan milik pemerintah langsung dari Dinas Kesehatan terkait.

Baca juga:

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Ditengarai Memperoleh Vaksin Palsu ? Ini Jawabannya !

Ciri-Ciri Vaksin Palsu yang Perlu Anda Ketahui

Mengenal Seluk Beluk Penyakit Polio

Penanggulangan Batuk Rejan, Batuk 100 Hari yang Mematikan

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: infoimunisasi.com dan www.klikdokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment