Dampak Negatif Menggunakan Antiprespirant

| Posted : 19 Feb 2016 | Berita Sehat, Kecantikan No comments
Ilustrasi Penggunaan Antiprespirant

Ilustrasi Penggunaan Antiprespirant beautybible.com

Kini penggunaan antiprespirant ataupun deodorant bukan menjadi hal asing lagi. Deodorant digunakan untuk mencegah atau menutupi bau yang kurang sedap, sedangkan antipresprant berfungsi mencegah bau dengan cara meminimalisir produksi keringat yang dikeluarkan oleh tubuh. Karena itulah penggunaan antiprespirant dapat membuat ketiak Anda tetap kering, bahkan sepanjang hari sekalipun.

Meski demikian, ada hal yang perlu diketahui terkait dampak penggunaan antiprespirant. Terkait hal ini, sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa selain membuat ketiak tetap kering, penggunaan antiprespirant ternyata dapat mengganggu komunitas bakteri yang berada di ketiak. Meski demikian, peneliti belum mengetahui apakah hal ini berdampak baik atau tidak untuk tubuh.

Publikasi penemuan ini lebih menyoroti pada gaya yang dapat mengubah “microbiome“. Sebuah istilah yang mengacu pada trlyunan bakteri dan mikrobia lainnya yang hidup pada tubuh manusia, baik yang berada di dalam tubuh atau pada kulit manusia. Perlu diketahui bahwa kulit manusia dilindungi oleh beberapa mikrobia yang bermanfaat atau bahkan membahayakan kesehatan.

Terkait hal ini, beberapa mikrobia ada yang berfungsi sebagai pelindung kulit. Sebagian lain ada pula yang diduga berperan baik bagi sistem kekebalan tubuh yang berada di kulit manusia. Intinya, titik dari penemuan ini bukanlah mengucilkan peran deodorant ataupun antiprespirant, namun lebih kepada peran gaya hidup masa kini pada mikrobia alami yang berada di sekitar tubuh manusia.

Bahkan gaya hidup masa kini tidak hanya bertumpu pada penggunaan deodorant ataupun antiprespirant semata, namun juga pada beragam produk perawatan dan kecantikan lainnya, seperti lotion, produk make up bahkan penggunaan air sekalipun. Meski demikian, masih banyak faktor lain yang berperan pada keberadaan “microbiome” itu sendiri seperti jenis kelamin, usia dan juga paparan sinar matahari.

Antiprespirant

Antiprespirant www.healthnutnews.com

Lebih jauh lagi, penelitian ini dilakukan dengan cara menguji jumlah bakteri pada ketiak pengguna antiprespirant, deodorant dan orang yang tidak menggunakan antiprespirant maupun deodorant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antiprespirant menunjukkan jumlah mikrobia paling sedikit pada ketiak. Menariknya lagi, dalam penelitian lain disebutkan bahwa penggunaan beragam produk perawatan tubuh seperti deodorant, lotion ataupun shampo akan tetap berada pada kulit bahkan hingga beberapa hari kemudian.

Data juga menunjukkan bahwa beragam produk perawata dan gaya hidup masa kini juga dapat mempengaruhi keberadaan mikrobia dalam tubuh. Terkait hal ini, perlu diketahui bahwasanya corynebacteria, jenis bakteri yang ikut bertanggungjawab pada timbulnya bau badan ternyata juga berguna untuk memantu pertahanan tubuh dari bakteri berbahaya. Nah!

Baca juga:

Ternyata Waktu Terbaik Memakai Deodorant Bukan Setelah Mandi Lho!

Manfaat Mandi Bagi Tubuh

Tips Mudah Menghindari Bau Kaki

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: news.health.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment