Bisakah Bubur Menjadi Makanan Utama Saat Sedang Sakit?

Bubur Labu

Bubur Labu pixabay

Bubur merupakan salah satu makanan yang kerap disajikan di kala seseorang sedang mengalami sakit. Ada banyak alasan mengapa hal ini seolah menjadi kebiasaan sebagian orang. Bubur memiliki tekstur yang lembut sehingga memudahkan orang yang malas makan. Selain mudah dicerna karena memiliki tekstur yang lembut, zat gizi yang terkandung di dalam bubur menjadi mudah dicerna tubuh. Bubur juga tidak mengandung bahan yang beraroma tajam sehingga mudah diterima masyarakat luas.

Karena mengandung cukup banyak air maka makanan ini kerap dijadikan makanan bagi mereka yang berpotensi kehilangan cairan tubuh saat sakit. Misalnbya saja bagi penderita diare, demam ataupun orang yang mengalami muntah-muntah. Selain itu bubur tergolong jenis makanan yang mudah dibuat. Pun jika malas membuatnya, bubur merupakan makanan yang banyak dijajakan sejak pagi hingga siang hari.

Meski demikian, dibalik beragam alasan di atas, ternyata bubur hanya diprioritaskan bagi pasien yang menderita gangguan saluran pencernaan saja.  Tanya kenapa? Berikut penjelasan selengkapnya! Pertama, bubur merupakan jenis makanan dengan indeks glikemiks yang tinggi. Makanan dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan gula darah menjadi cepat meningkat, lalu cepat turun kembali. Jika frekuensi makan penderita tidak sering, ada kemungkinan gula darah pasien akan rendah.

Meski merupakan makanan bertekstur lembut, namun nutrisi yang dikandung bubur umumnya hanya karbohidrat saja. Jarang ada bubur yang dilengkapi dengan sumber protein dan lemak. Sebut saja bubur beras, bubur sumsum ataupun bubur monte. Semuanya hanya mengandung karbohidrat atau zat  gula. Oleh karena itu jangan andalkan bubur sebagai makanan utama ya!

Bubur

Bubur pixabay

Kalaupun mengkonsumsinya, usahakan menikmati bubur dengan lauk seperti ayam ataupun daging. Anda juga dapat mengkombinasikan bubur dnegan beragam sayuran yang cocok atau sesuai selera. Tentu saja kombinasi tersebut hanya cocok bagi mereka yang tidak mengalami gangguan pencernaan yang berat. Oiya, umumnya bubur juga memiliki rasa yang itu-itu saja, tawar atau manis. Dua pilihan yang kadang tidak memicu seseorang untuk berselera makan. Karena berbagai alasan itulah bubur idealnya hanya disajikan di awal seseorang menderita sakit. Intinya, sesuaikan jenis makanan dengan sakit penyakit yang sedang diderita.

Baca juga:

Penyebab Gagalnya Pola Konsumsi Ala Vegetarian

Makanan yang Mengganggu Kesehatan Ginjal

Makanan yang Diperlukan untuk Membentuk Otot Anda

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: klikdokter.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment