Apa Benar Gothic Ada Hubungannya dengan Depresi? Ini Penjelasannya!

Penampilan bergaya gotik identik dengan warna gelap. Menurut hasil penelitian, remaja dalam subkultur ini lebih rentan terhadap depresi dan mudah menyakiti diri sendiri.

gothic

gothic bizipic

Para peneliti dari studi psikologi eksperimental di Universitas Oxford, yang memfokuskan diri pada budaya gotik menyimpulkan anak-anak dalam lingkup budaya ini tiga kali lebih rentan mengalami depresi pada usia 18 tahun dibandingkan remaja lainnya yang tidak mengidentifikasi dirinya sebagai salah seorang gotik. Seorang remaja gotik biasanya akan berpakaian hitam, makeup putih dan hitam, dan rambut hitam. Warna hitam menjadi ciri khas mereka.

Para peneliti juga menemukan, remaja gotik sering dilaporkan pada kasus melukai diri sendiri. Beberapa diantaranya ditemukan memotong nadi, sebagian lagi meminum obat yang berdosis tinggi sehingga terkena overdosis.

Para peneliti memang tidak menyebutkan bahwa gotik menyebabkan seseorang menjadi depresi. Melainkan diketahui bahwa remaja dalam subkultur ini kebanyakan rentan terhadap perasaan depresi.

Studi mereka tidak dapat menunjukkan kenapa anak-anak remaja yang mengalami masalah ini lebih cocok dengan gaya gotik dalam kehidupan sehari-harinya ketimbang memilih gaya lainnya. Bisa jadi para remaja yang merasa terisolasi dari masyarakat arus utama ini menjadi tertarik dengan gaya gotik karena nuansanya yang mirip dengan perasaan pribadinya.

Wanita

Wanita primenews.com.bd

Studi ini menemukan faktor-faktor lain penyebab mereka lebih nyaman dengan warna gotik ialah emosi dan perilaku kesulitan untuk bergabung dengan dunia yang lebih ceria membuatnya betah dengan warna gelap. Penyebab umum yang terjadi pada remaja yang mendedikasikan dirinya pada budaya gotik ialah karena mereka pernah mengalami bullying, kondisi lingkungan keluarga yang tidak sehat, mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang tua terutama ibu, dan lain sebagainya. Perlakuan yang menguras perasaan itu menyebabkan mereka merasa tidak disayangi oleh masyarakat pada umumnya karena merasa telah ditolak oleh lingkungannya sendiri.

Remaja dalam kelompok ini kebanyakan enggan untuk mencari bantuan saat tertekan. Kemungkinan karena mereka sulit untuk mempercayai orang lain. Karena itulah mereka memilih bergabung dengan komunitas yang senasib. Pada point ini, komunitas gotik yang identik dengan warna hitam dan putih ternyata menjadi komunitas yang nyaman untuk anak-anak remaja yang mendapatkan perlakuan tidak baik dari lingkungan sebelumnya.

Walaupun demikian, meskipun Anda melihat seorang remaja berpenampilan gotik sebaiknya tidak langsung menduga dia sedang depresi atau mencapnya sebagai anak nakal. Sebab semua anak di dunia ini pada dasarnya baik, hanya saja mereka memiliki kecenderungan untuk merasa nyaman berada di tengah masyarakat dengan penampilan tertentu.

Baca juga informasi lainnya terkait depresi berikut ini:

Cara pria dan wanita mengekspresikan depresi

Gejala depresi pada anak

Mengenal apa itu depresi psikotik

Komitmen kami adalah memberikan informasi dan tips seputar kesehatan untuk Anda sekalian. Silahkan sebarluaskan informasi yang ada dalam web ini dengan menyarankannya kepada orang di sekitar Anda untuk membacanya. Dengan menyebarkan informasi kesehatan yang ada di web ini berarti Anda sudah berbagi kebaikan dengan sesama.

Sumber: msn.com

Facebook Twitter Google Digg Whatsapp LinkedIn Reddit StumbleUpon Email

Add Your Comment